Storage Device

Apa itu Storage Device?

Storage device adalah perangkat keras yang bertugas menyimpan, membawa, dan mentransfer sebuah data.

Nama lain dari storage device adalah storage media.

Selain berfungsi sebagai alat atau perangkat penyimpanan data, storage device juga berfungsi untuk menjalankan tugas agar pengoperasian aplikasi dan sistem operasi dalam perangkat dapat bekerja dengan maksimal.

Kapasitas dalam tiap perangkat penyimpanan diukur dalam satuan megabyte (MB), gigabyte (GB), dan saat ini dapat mencapai satuan terabyte (TB).

Jenis-Jenis Storage Device

Storage device dapat berada di dalam atau di luar sebuah perangkat komputasi. Kok, bisa?

Berdasarkan lokasi, kapasitas penyimpanan, dan sifat penyimpanannya, storage device terbagi menjadi dua jenis, yakni storage device primer (primary) dan storage device sekunder (secondary).

Storage Device Primer (Utama)

Storage device primer biasa dikenal dengan istilah main storage atau internal memory. Disebut sebagai internal memory karena perangkat utama ini terhubung langsung dengan komponen inti perangkat.

Karena langsung terhubung dengan komponen inti perangkat (CPU), maka kecepatan aksesnya pun menjadi lebih cepat daripada storage device sekunder.

Jenis komponen ini memiliki periode waktu penyimpanan yang sementara.

Perbedaan yang paling signifikan dari kedua jenis perangkat penyimpanan ini adalah ukuran kapasitas penyimpanannya. Storage device utama ini memiliki kapasitas yang lebih kecil.

Kapasitas yang lebih minim ini berkaitan dengan tugas utamanya. Mengapa? Storage device utama berfungsi lebih banyak sebagai pemroses data pada waktu tertentu.

Contoh perangkat penyimpanan utama dalam perangkat komputasi adalah Random Acces Memory (RAM).

Storage Device Sekunder

Storage Device sekunder dikenal dengan istilah backup storage device atau external memory. Perangkat penyimpanan sekunder ini dapat bekerja ketika telah dihubungkan ke perangkat inti.

Karena bentuk penggunaanya yang tidak melekat dengan perangkat inti, maka kecepatan aksesnya pun lebih lambat dari perangkat penyimpanan primer. Namun begitu, perbedaan kecepatan aksesnya tidak selambat yang kamu bayangkan.

Storage device sekunder memiliki fungsi utama yang berbeda dengan perangkat primer, yakni menyimpan data yang lebih banyak daripada yang diproses pada waktu tertentu.

Oleh sebab itu, tak heran apabila kapasitas penyimpanannya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan perangkat penyimpanan primer.

Selain itu, perangkat sekunder tidak hanya berada di luar, tetapi juga ada yang diletakkan di dalam perangkat (seperti perangkat penyimpanan utama).

Contoh perangkat penyimpanan sekunder dalam perangkat komputasi adalah Compact Disk, Hard Disk, Memory Card, Solid State Drive (SSD), dan USB Flash Drive.  

Untuk penggunaan data yang besar dan banyak, alangkah baiknya jika perangkat kamu diupgrade ke kapasitas yang lebih besar, seperti RAM yang memadai, atau penggunaan SSD sebagai memori penyimpanan.

Hal ini dilakukan agar perangkat komputasi kamu dapat mengikuti perkembangan fitur teknologi pada tahun-tahun mendatang.


Kutip Istilah Ini

Verdianto, Dwi Arizki. 2023. “Storage Device - Pengertian, Jenis, dan Contohnya”. Teknogram. Diakses 19 Juli 2024. https://teknogram.id/kamus/storage-device/

Berhasil Disalin

Dwi Arizki Verdianto

Dwi adalah penulis dan editor di Teknogram. Dia merupakan seorang web developer dengan keahlian utama di bidang pengembangan web, open source, dan sistem operasi.

Snapdragon

Snapdragon adalah salah satu jenis chipset yang diproduksi oleh Qualcomm,...

CPU

CPU atau Central Processing Unit adalah bagian utama...

NTFS

NTFS (New Technology File System) adalah suatu sistem...

Switch

Switch adalah sebuah alat yang menghubungkan 2 atau...

Processing Device

Processing device adalah perangkat keras di dalam komputer...

Screen to Body Ratio

Screen to body ratio adalah perbandingan antara ukuran...