Unix

Apa itu Unix

Unix adalah sistem operasi yang bersifat multitasking, multiuser, dan portable yang dikembangkan oleh perusahan AT&T pada tahun 1969.

Pada saat itu, pengembangan Unix dibiayai sepenuhnya oleh Departemen Pertahanan Amerika (DARPA).

Pada awalnya Unix diciptakan dengan bahasa program yang beragam, sebelum akhirnya diprogram ulang dengan bahasa C pada tahun 1973.

Sistem Operasi Unix banyak digunakan pada PC, server, dan perangkat mobile.

Unix sendiri juga merupakan elemen yang penting dalam perkembangan jaringan dan internet.

Meskipun saat ini Unix tidak sepopuler Windows karena harganya yang mahal, namun Unix memiliki keunggulan dalam efektivitasnya karena Unix sendiri terus mengalami perkembangan, contohnya seperti Linux.

Sejarah Unix

Induk dari Unix berasal dari proyek MULTICS ( Multiplexed Operating and Computing System

Proyek tersebut dimulai pada pertengahan 1960an dengan kerjasama antara laboratorium Bell dan MIT (Massachusetts Institute for Technology), meskipun pada tahun 1969 laboratorium bell menarik diri dari proyek tersebut.

Pada tahun 1969, salah satu Engineer yang bernama Ken Thompson menyadari bahwa MULTICS terlalu kompleks, lalu beliau mulai membuat versi pertama dari Unix yang bernama UNICS Uniplexed Operating and Computing System).

Lalu, Ken Thompson bekerja sama dengan Dennis Ritchie untuk memprogram ulang Unix dengan bahasa C pada tahun 1973.

Setahun setelahnya, versi Unix yang lebih dikenal sebagai edisi kelima mulai dilisensi ke berbagai universitas.

Lalu edisi ketujuh dirilis pada tahun 1978 sebagai pemisah dari 2 garis pengembangan Unix.

Ciri-Ciri Unix

Setiap OS pasti memiliki ciri-ciri dan karakteristiknya masing-masing, tak terkecuali Unix.

Dengan mengetahui karakteristiknya, kita bisa mengetahui apakah OS tersebut adalah Unix atau bukan.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari Unix:

  • Unix bersifat multitasking dan multiuser, yang mana pengguna nya dapat menggunakan aplikasi dan program pada  sistem operasi ini secara bersamaan.
  • Bisa dijalankan di berbagai komputer (portable).
  • Dapat mempermudah penggunanya dalam mengakses data dan informasi yang dimiliki.
  • Mampu menyesuaikan programnya dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya.

Dari ciri-ciri di atas, kita bisa mengetahui bahwa Unix ini cukup berbeda dengan OS lainnya, terutama, OS Windows.

Contoh Unix

Di poin-poin sebelumnya sudah disebutkan bahwa dalam sejarahnya Unix selalu mengalami perkembangan untuk menjawab tantangan teknologi terbaru.

Hal tersebut tentunya juga mendorong lahirnya berbagai macam sistem operasi yang didasari oleh Unix namun memiliki fitur dan keunikannya sendiri.

Hingga kini, kira-kira sudah ada 40 sistem operasi yang memiliki dasar seperti Unix.

Contohnya ada A/UX dan DOMAIN/X yang diciptakan oleh Apple.

Selain itu juga ada BSD UNIX yang dikembangkan langsung oleh pihak UC Berkeley.

Lalu, ada juga beberapa OS lain yang mengadopsi Unix seperti Distrix, UniCOS, ULTRIX CLIX, Tru64, FreeBSD, NetBSD, dan masih banyak lagi.

Perbedaan Unix dan Linux

Dari sisi user experience, sebenarnya keduanya tidak memiliki perbedaan yang cukup jauh.

Salah satu keunggulan dari Linux adalah kompatibilitasnya untuk berbagai macam hardware.

serta dapat menggunakan tools yang juga terdapat pada Unix.

Karena berstandar POSIX, software yang diprogram di Unix bisa di compile untuk Linux yang tidak memerlukan sumber daya yang besar.

Perbedaan lain antara keduanya ada pada lisensinya, dimana Linux bersifat open source sedangkan Unix memiliki hak cipta.

Pada Linux, suatu vendor bisa mengembangkan driver hardware dan langsung mendistribusikannya.

Sedangkan pada Unix, vendor mungkin akan membuat driver yang berbeda karena harus menyesuaikan dengan model distribusinya.

Kutip Istilah Ini 👇

Verdianto, Dwi Arizki. 2022. “Unix - Pengertian, Sejarah, dan Contohnya”. Teknogram. Diakses 3 November 2022. https://teknogram.id/kamus/unix/

Berhasil Disalin