ROM

Apa itu ROM?

ROM atau Read-Only Memory adalah salah satu bagian dari komponen memori komputer yang berfungsi untuk menyimpan data dan instruksi proses booting untuk mengaktifkan perangkat. 

Data di dalamnya sangat dibutuhkan oleh sistem perangkat, karena sistem hanya akan hidup dan mampu mengesksekusi semua perintahmu setelah menerima instruksi dari ROM.

Sepenting itulah komponen ini, sehingga sengaja dirancang agar data yang tersimpan tidak bisa dimodifikasi, apalagi dihapus. 

Dengan begitu, data dan instruksi dalam ROM bersifat read-only atau hanya dapat dibaca dan bersifat permanen.

Fungsi ROM

Berbeda komponen tentu berbeda fungsi, begitu juga dengan ROM yang tugasnya hanya berfokus pada pengaktifan perangkat dan program.

Komponen ini memiliki fungsi yang lebih rinci untuk mendukung operasi komponen lain dan kinerja perangkat secara keseluruhan. 

Fungsi ROM antara lain adalah:

  • Menyediakan instruksi dasar yang akan digunakan oleh komponen hardware lain untuk saling berkomunikasi.
  • Memancing komponen lain untuk beroperasi lewat instruksi yang ada di dalamnya.
  • Memuat sistem operasi agar beroperasi di basis software sehingga perangkat bisa berjalan. 
  • Menjalankan tugas input (pengetikan atau proses scan kode yang kamu lakukan) dan tugas output (menampilkan hasil pemrosesan di monitorprinterataupun speaker) memanfaatkan instruksi yang dimilikinya. 
  • Melindungi data dan instruksi yang tersimpan.

Jenis-Jenis ROM 

ROM tidak hanya memiliki fungsi yang kaya, tapi juga jenisnya yang beraneka ragam. 

Komponen ini memiliki spesifikasi jenis yang menentukan karakteristik tugas dan kelebihannya masing-masing. 

Beberapa jenisnya adalah PROM, EPROM, dan EEPROM, yang bisa kamu pahami lebih lanjut seperti berikut ini.

PROM (Programmable ROM)

Tipe yang satu ini merupakan ROM kosong yang bisa diprogram secara mandiri oleh programmer dan hanya dapat di-set up satu kali. 

Programmer akan menuliskan data atau instruksi ke chip kosong dan memilih jalur komunikasi yang tepat.

Setelah siap, data yang telah terprogram di dalamnya akan tersimpan secara permanen.

EPROM (Erasable Programmable ROM)

Kebalikan dari PROM, tipe ini memungkinkan programmer menghapus data yang pertama ditulisnya dan memogram ulang sesuai keinginan. 

Proses penghapusan dan pemrograman ulang dilakukan menggunakan tembakan sinar ultraviolet yang menembus jendela khusus pada chip.

Menariknya data yang tercetak akan bertahan hingga 20 tahun. 

EEPROM (Electrically Erasable Programmable ROM)

Jenis ini adalah perkembangan dari EPROM yang menawarkan inovasi penghapusan dan penulisan ulang data pada chip memori secara elektrik dan tanpa batas maksimal.

Artinya, untuk mengubah setiap byte data, kamu tidak perlu mengeluarkan chip ROM dari perangkat karena proses terjadi langsung di dalam perangkat. 

Cara Kerja ROM

Cara kerja ROM terbilang cukup teknis dan melibatkan komponen-komponen penyusun yang lebih kecil. 

Sederhananya, ROM memanfaatkan susunan transistor yang berperan sebagai agen memori atau penyimpan data dan instruksi. 

Posisi transistor hanya menerima aliran elektrik yang melewatinya saat perangkat dihidupkan. 

Nantinya data-data yang melewati transistor akan tersimpan dalam agen memori yang dalam keadaan komponen normal tidak bisa dimodifikasi atau dihapus.

Perbedaan Antara ROM dan RAM

Meski sama-sama bersatus sebagai komponen memori bagi perangkat, ROM dan RAM punya peran yang cukup berseberangan. 

Secara singkat, perbedaan antara keduanya dapat dijelaskan melalui tabel berikut ini.

Poin PembedaROMRAM
Jenis data tersimpandata dan instruksi untuk proses bootingdata operasional aplikasi dan data sistem operasi yang sedang berjalan
Jangka waktu penyimpananPermanen, data tidak hilang meski perangkat matiSementara, data terhapus saat perangkat mati
Pengaruh pada performa perangkatAktivasi perangkat dan program cepat menggunakan instruksi yang siap setiap saatMenunjang kecepatan membuka, mengoperasikan, dan menyimpan data atau program
KapasitasBesar, umumnya 64GB, 128GB, 256 GB hingga 1TBKecil, umumnya 2 GB, 4GB, 6GB, 8GB, atau 12GB

Contoh Penggunaan ROM

Komponen ROM pasti tersemat hampir di seluruh perangkat digital, seperti smartphone, tablet, dan laptop. 

Seperti yang sudah kamu pahami di bagian sebelumnya, ROM menyediakan ruang penyimpanan yang cukup besar. 

Informasi tentang kapasitas ROM pada perangkat inilah yang juga bisa kamu ketahui dari spesifikasi dalam website resmi brand perangkatmu.

Beberapa contohnya antara lain:

Smartphone

  • Samsung S23 FE : 128GB dan 256GB
  • iPhone 15 Pro Max : 256GB, 512GB, dan 1TB
  • realme C53 NFC : 128GB
  • Xiaomi 13T : 256GB

Tablet

  • Galaxy Tab S9 FE : 256GB
  • iPad Pro : 128GB hingga 2TB
  • Huawei MatePad 11 : 64GB, 128GB, dan 256GB
  • Xiaomi Pad 6 : 256GB

Laptop

  • Asus Vivobook 14X : 512GB
  • Acer Spin 5 Lite : 512GB
  • Mac Pro : 512GB dan 1TB
  • Dell Latitude 7490 : 128GB, 256GB, 512GB, dan 1TB

Kutip Istilah Ini

Verdianto, Dwi Arizki. 2024. “ROM - Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Bedanya dengan RAM”. Teknogram. Diakses 19 Mei 2024. https://teknogram.id/kamus/rom/

Berhasil Disalin

Dwi Arizki Verdianto

Dwi adalah penulis dan editor di Teknogram. Dia merupakan seorang web developer dengan keahlian utama di bidang pengembangan web, open source, dan sistem operasi.

Ubuntu

Ubuntu adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan...

Adobe Reader

Adobe Reader adalah salah satu software yang dikembangkan...

Bitrate

Bitrate adalah jumlah bit per detik yang dilambangkan...

Oracle

Oracle adalah produk buatan dari Oracle Corporation yang...

Snapdragon

Snapdragon adalah salah satu jenis chipset yang diproduksi oleh Qualcomm,...

USB

USB atau Universal Serial Bus adalah teknologi yang...