Shareware

Apa itu Shareware?

Shareware adalah software komersial yang didistribusikan secara gratis pada penggunanya, 

Meskipun begitu, terkadang software seperti ini juga meminta donasi pada penggunanya sebagai bentuk dukungan.

Biasanya shareware ini menyediakan versi yang gratisnya dengan fitur yang terbatas, sedangkan untuk fitur yang premiumnya akan dikenakan charge tambahan.

Selain itu, juga ada shareware yang hanya bisa dinikmati dengan waktu yang terbatas, yang mana untuk bisa menggunakannya secara full kalian harus membelinya.

Software seperti itu biasanya memiliki masa percobaan atau trial selama 30 hari, jika sudah lebih dari 30 hari maka softwarenya akan terkunci dan kalian tidak bisa membukanya.

Konsep shareware ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1980 dan mulai populer satu dekade setelahnya.

Format ini memungkinkan para developer untuk membagikan produk mereka ke tangan customer yang potensial sebagai percobaan, dengan harapan mereka akan membeli versi full nya.

Jenis Shareware

Saat ini, ada 5 jenis shareware yang sering ditemui:

1. Adware

Adware merupakan singkatan dari advertising-supported software.

Software jenis ini pada dasarnya akan menampilkan iklan baik saat menginstalnya atau saat menggunakan softwarenya, yang mana iklan ini bertujuan  untuk menghasilkan pendapatan bagi developernya.

Namun, Software jenis ini juga bisa menampilkan iklan yang sesuai dengan minat penggunanya.

Contoh adware antara lain: Skype, Fireball, Appearch, dll.

2. Demoware

Demoware merupakan software yang menyediakan trial atau demo pada softwarenya.

Demoware sendiri terbagi jadi 2 yaitu:

  • Crippleware: Software jenis ini hanya menyediakan fitur yang terbatas sebelum penggunanya membeli versi full dari software ini.
  • Trialware: Software jenis ini menyediakan versi fullnya namun hanya dalam waktu yang terbatas.

3. Donationware

Donationware adalah software yang menyediakan semua fiturnya secara gratis tanpa batasan waktu, namun meminta penggunanya untuk membayar seikhlasnya atau bisa dibilang sebagai donasi.

Terlebih lagi, software ini biasanya dikembangkan oleh organisasi non-profit untuk perkembangan teknologi software di masa depan.

4. Nagware

Nagware biasanya akan memberi notifikasi secara terus-menerus pada penggunanya untuk membeli softwarenya.

Notifikasi tersebut akan tampil saat membuka atau menggunakan softwarenya.

Notifikasi ini benar-benar sangat mengganggu dan baru akan hilang jika kita sudah membeli versi fullnya.

Oleh karena itulah software jenis ini sering disebut sebagai nagware, begware, annoyware, atau begscreen.

Contoh dari nagware adalah  WinZip, WinRAR, Spotify, dll.

5. Freemium

Software jenis ini sudah menyediakan semua fiturnya, namun untuk mengupgrade softwarenya ke versi premium maka akan terkena biaya tambahan.

Untuk versi premiumnya biasanya berisi fitur-fitur tambahan yang lebih canggih.

Untuk versi software yang tidak premium biasanya disebut sebagai “lite”.

Kelebihan dan Kekurangan Shareware

Setelah mengetahui apa saja jenis shareware, maka penting bagi kalian untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya supaya kalian tidak menyesal sesudah membeli softwarenya.

Nah, berikut ini adalah beberapa kelebihan dari shareware:

  • Memungkinkan pengguna untuk mencoba berbagai jenis software sebelum memutuskan untuk membeli salah satunya.
  • Bisa dibagikan dan digunakan oleh siapa saja.
  • Menjadi sarana bagi developer pemula untuk mengembangkan skillnya.

Meskipun memiliki kelebihan seperti di atas, shareware juga punya beberapa kekurangan sebagai berikut:

  • Fiturnya terbatas jika tidak membeli versi fullnya.
  • Terkadang metode pembayarannya juga tidak cukup mudah.

Kutip Istilah Ini 👇

Verdianto, Dwi Arizki. 2022. “Shareware - Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya”. Teknogram. Diakses 3 November 2022. https://teknogram.id/kamus/shareware/

Berhasil Disalin