Heatsink

Apa itu Heatsink?

Heatsink adalah perangkat yang dirancang untuk penyerap panas yang ada pada sebuah prosesor komputer. Heatsink bertujuan mendinginkan prosesor jika suhunya meningkat. 

Heatsink biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium, karena kedua logam ini memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi.

Pada umumnya, heatsink dilengkapi dengan fan atau kipas yang dapat membantu mengoptimalkan penyerapan panas pada CPU

Adapun CPU rentan terhadap panas berlebih karena banyak melakukan aktivitas berat, serta beberapa komponennya menghasilkan panas.

Jika prosesor terlalu panas dan tidak memiliki pendingin, CPU bisa rusak.

Memiliki heatsink sangat penting karena membantu CPU menjadi lebih dingin, bahkan jika digunakan untuk jangka waktu yang lama. 

Tanpa heatsink, komputer tidak dapat berjalan dengan kecepatan normal. Atau lebih buruk lagi, prosesor komputer akan berisiko kepanasan.

Fungsi Heatsink

Fungsi heatsink adalah untuk mengendalikan dan mengoptimalkan temperatur di setiap komponen komputer atau laptop, yang biasanya mempunyai kinerja berat dan menghasilkan banyak energi panas. 

Dua komponen penting yang harus dijaga suhunya oleh heatsink contohnya adalah CPU dan VGA, agar operasional suatu komputer tetap bisa dijalankan dengan baik. 

Heatsink juga berfungsi untuk memastikan bahwa program-program yang ter-install di komputer ataupun laptop dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan kapasitas. 

Jadi, heatsink dan CPU sangat erat kaitannya. Jika kondisi heatsink buruk bisa dipastikan bahwa performa CPU akan buruk juga. Karena itu, tidak disarankan untuk menambah beban komputer dengan meningkatkan kinerja atau performa program-program yang telah ter-install.

Tipe Heatsink

1. Active Heatsink

Active heatsink memanfaatkan udara buatan untuk mengurangi panas. Udara pada active heatsink biasanya dihasilkan oleh fan atau kipas yang terpasang. Heatsink jenis ini memiliki kinerja pendinginan yang sangat baik.

Contoh dari kipas yang baik adalah saat kipas di PC menyala, komputer menjadi hangat. Hal ini berarti lebih banyak panas keluar dari sistem secara keseluruhan.

2. Passive Heatsink

Passive heatsink mengandalkan konveksi. Heatsink jenis ini tidak menggunakan kipas dan tidak memiliki bagian yang bergerak. 

Jenis heatsink ini juga tidak memerlukan daya sekunder atau sistem kontrol untuk menghilangkan panas. Namun hal ini dinilai kurang efektif dalam mentransfer panas dari sistem daripada active heatsink.

3. Hybrid Heatsink

Hybrid heatsink berarti menggabungkan beberapa aspek heatsink aktif dan pasif. Namun, konfigurasi ini kurang umum. Heatsink jenis ini seringkali mengandalkan sistem kontrol untuk mendinginkan sistem berdasarkan persyaratan suhu.

Cara Kerja Heatsink

Heatsink pada dasarnya bekerja dengan cara memindahkan panas dari komponen komputer tertentu seperti CPU dan VGA ke udara bebas. Dengan terbebasnya panas ini, maka kinerjanya akan optimal. 

Perpindahan panas dari komponen ini terjadi dalam empat langkah dasar, yaitu:

1. Sumber yang Menghasilkan Panas

Sumber ini berupa sistem apapun yang dapat menghasilkan panas. Contohnya adalah mekanik, listrik, kimia, nuklir, surya, dan gesekan. Sumber-sumber tersebut juga memerlukan penghilangan panas agar berfungsi dengan baik.

2. Perpindahan Panas dari Sumber

Panas bergerak ke heatsink dan menjauh dari sumbernya melalui konduksi alami.

Proses ini berdampak pada konduktivitas termal material heatsink. Dengan demikian, bahan konduktivitas termal yang tinggi seperti tembaga dan aluminium sangat ideal.

3. Panas Didistribusikan ke Seluruh Unit Pendingin

Panas secara alami akan bergerak melalui unit pendingin melalui konduksi alami dari lingkungan bersuhu tinggi ke lingkungan bersuhu rendah. 

Hal ini menunjukkan bahwa profil termal heatsink tidak akan konsisten. Akibatnya, heatsink akan sering lebih panas ke arah sumber dan lebih dingin ke arah ekstremitas heatsink.

4. Panas Menjauh Dari Unit Pendingin

Tahap ini bergantung pada gradien suhu untuk menghilangkan panas dari heatsink. Jika suhu sekitar tidak lebih dingin dari unit pendingin, tidak akan ada pelepasan panas lebih lanjut.

Singkatnya, heatsink menghilangkan panas berlebih untuk mencegah overheating dan kegagalan prematur. Pada saat yang sama, ini meningkatkan kinerja komponen.

Jenis Heatsink

1. Heatsink Casing / Biasa

Heatsink ini terbuat dari logam, di mana panas yang dihasilkan oleh komponen akan dialirkan ke heatsink tersebut.

Namun, heatsink biasa seperti ini hanya bisa mendinginkan panas sampai tingkat tertentu saja. Sehingga lebih cocok untuk komponen yang tidak menghasilkan panas terlalu tinggi, misalnya seperti RAM.

2. Heatsink Fan (HSF)

Sesuai dengan namanya, heatsink fan (HSF) dilengkapi dengan kipas bawaan. Heatsink Fan seperti ini bisa kamu temui pada processor ataupun VGA.

HSF sekarang sudah dilengkapi dengan teknologi heat pipe. Heat pipe merupakan pipa kecil berbahan dasar tembaga, yang dapat membuat suhu pada komputer menjadi lebih optimal.

3. Water Cooling (Liquid Cooler)

Liquid cooler bisa ditemui pada prosesor dan VGA. Heatsink ini memanfaatkan water block yang terhubung ke pengatur CPU di motherboard dan radiator. 

Water cooling digunakan untuk mendinginkan CPU menetralisir udara agar tidak overheating.

Harga heatsink liquid cooler lebih mahal dibandingkan jenis heatsink lainnya. Namun sesuai dengan harganya, heatsink ini umumnya tidak berisik dan pengoptimalan panasnya lebih baik. 

Maka dari itu, liquid cooler cocok digunakan untuk komputer gaming.


Kutip Istilah Ini

Verdianto, Dwi Arizki. 2023. “Heatsink - Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya”. Teknogram. Diakses 1 Maret 2024. https://teknogram.id/kamus/heatsink/

Berhasil Disalin

Dwi Arizki Verdianto

Dwi adalah penulis dan editor di Teknogram. Dia merupakan seorang web developer dengan keahlian utama di bidang pengembangan web, open source, dan sistem operasi.

IDE

IDE adalah program komputer yang bertujuan untuk menyediakan...

Oracle

Oracle adalah produk buatan dari Oracle Corporation yang...

Outlook

Outlook adalah sebuah aplikasi perpesanan elektronik buatan Microsoft...

Watermark

Watermark merupakan gambar, logo, teks atau pola yang...

ROM

ROM atau Read-Only Memory adalah salah satu bagian dari komponen...

USB

USB atau Universal Serial Bus adalah teknologi yang...