Canva Luncurkan Fitur Text-to-Image, Pengguna Bisa Bikin Gambar Secara Otomatis!

Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) ini hadir untuk semua pengguna, baik yang versi gratis maupun berbayar.

Suharyanto
Canva Luncurkan Fitur Text-to-Image, Pengguna Bisa Bikin Gambar Secara Otomatis!

Aplikasi desain grafis asal Australia Canva, baru-baru ini telah meluncurkan fitur terbarunya yaitu AI text-to-image.

Proses pengujian aplikasi tersebut mulai dilakukan oleh perusahaan pada bulan September 2022 lalu.

Sekarang, lebih dari 100 juta pengguna aplikasi Canva sudah bisa menikmati fitur baru tersebut untuk mendukung aktivitas desain sehari-hari.

Fitur ini merupakan implementasi dari model open source text-to-image berbasis Stable Diffusion. Di mana sudah dibekali dengan beberapa filter keamanan tambahan dan UI (User Interface) khusus untuk membantu mengarahkan pengguna Canva mendapatkan hasil yang mereka inginkan.

Canva akan membantu semua penggunanya untuk menghasilkan hingga 100 gambar sehari dengan memanfaatkan alat ini.

Saat menggunakan fitur text-to-image pada Canva, kamu akan diminta untuk menjelaskan gambar seperti apa yang ingin dibuat.

Selanjutnya, Canva akan memberikan beberapa rekomendasi yang nantinya bisa kamu jadikan sebagai inspirasi.

Selain itu, kamu juga bisa bebas memilih kategori seperti photo, drawing, 3D, painting, patern dan concept art.

“Kami mencoba menghadirkan fitur terbaru ini untuk menciptakan pengalaman belajar baru bagi komunitas kami,” ungkap Cameron Adams (Co-Founder dan Chief Product Officer).

“Kami ingin sekali memperkenalkan teknologi terbaru ini kepada mereka, karena ini merupakan sebuah bidang yang baru muncul, dan cara kerjanya yang tepat serta bagaimana para pelanggan bisa berinteraksi langsung dengannya masih terus kami coba kembangkan,” tambahnya.

Cameron Adams mengatakan sebelumnya ia sudah melihat alat yang digunakan untuk berbagai aplikasi. Dari situ, ia mulai terinspirasi untuk mengembangkan fitur baru.

“Salah satu yang menjadi favorit saya adalah ketika para siswa bisa menggunakannya untuk memvisualisasikan cerita mereka, jadi mereka akan menulis cerita saat berada di kelas dan menggunakan fitur text-to-image untuk menghasilkan gambar yang cocok dengan cerita tersebut,” ujar Cameron Adams (Co-Founder dan Chief Product Officer).

Bulan lalu, Microsoft terlebih dahulu meluncurkan fitur text-to-gambar yang dinamakan Microsoft Designer.

Microsoft Designer didukung oleh sistem DALL-E OpenAI sebagai bagian dari rangkaian Office-nya.

Munculnya sistem ini juga memicu beberapa kontroversi, terutama penggunaannya untuk citra berhak cipta sebagai data pelatihan.

Banyak seniman telah menemukan bahwa karya mereka telah digunakan tanpa adanya persetujuan terlebih dahulu untuk membuat produk komersial.

Dalam hal ini, perusahaan dan peneliti sudah berusaha untuk bertanggung jawab dengan menghadirkan ketentuan khusus seperti US Fair Use Doctrine.

Beri Komentar